Harapanku

<

Harapanku

Ketika saya mulai mengaktifkan blog ini, kenangan saya langsung menuju kepada seseorang yang semasa hidupnya sangat rajin menjalin silaturrahim, khususnya dengan sesama warga Gresik, baik yang masih tinggal di kota kelahiran atau leluhurnya, maupun yang sudah merantau ke mana saja. Walaupun, silaturahim itu dilakukannya secara tidak langsung, mengingat situasi letak tempat tinggal masing-masing yang berpencar berjauhan. Sesuai dengan jamannya, yang dilakukan adalah dengan mengirimkan tulisan yang diketiknya sendiri, kemudian difotokopinya sendiri pula, dan konon beliau sendirilah yang memberikan alamat, perangko dan memposkannya.

Beliau sendiri, memang berasal dari Gresik, seangkatan dengan orang tuaku, dan isterinya pun adalah teman ibuku. Beliau adalah seorang qari’ yang sangat disukai oleh masyarakat karena suaranya yang merdu, begitu juga kalau melantunkan adzan. Apalagi bila menyampaikan adzan maghrib di Masjid Gresik [walau jarang dilakukannya], dan kita memandang ke ufuk barat dimana matahari sedang menuju ke peraduannya. Hanya saja saat itu, belum ada Musabaqah Tilawatil Quran yang digelar mulai zaman orde baru itu, sehingga ya hanya beredar dalam lingkungan sendiri saja. Kepiawaiannya dalam melantunkan ayat-ayat al-Quran, menurun kepada putri-putrinya, terutama putri tertuanya – yang kemudian menikah dengan seorang qari’ pula dari “rindang banua’.

Kenangan suaranya yang terakhir aku nikmati, adalah ketika melantunkan khutbah nikah dalam memperingati peringatan kawin perak sepasang pengantin, yang merupakan anak dari temannya. Dan kemudian beberapa tahun kemudian, beliau memperingati kawin emasnya di kediamannya dimana hadir hampir semua sahabat karibnya yang masih tinggal sekota.

Beliau sekeluarga hijrah dari Gresik menuju ibu kota, mungkin di tahun 1960-an, sedangkan saya sendiri baru masuk ke Jakarta di awal tahun 1980-an. Dan kami sering berjumpa bila saja ada keluarga Gresik yang menikahkan anaknya atau ada acara-acara lainnya. Sosoknya yang selalu ramah, dan bisa berbicara dengan siapa saja, selalu membawa dan memancarkan keriangan di sekelilingnya. Kami sangatlah senang mendengarkan dongen masa lalunya, yang saling dipertukarkan dengan teman sepantarannya. Optimisme dan ketabahannya dalam menjalani kehidupan awal di ibukota, telah membuahkan anak-anaknya yang tumbuh meraih berbagai keberhasilan di dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

Entah berapa minggu sekali beliau mengirimkan flyer pengikat silaturahim tersebut, tetapi kehadirannya sangatlah membahagiakan yang menerimanya. Ada cerita mengenai kegiatannya, ada resep masakan khas yang raksyeh [kalau istilah Bondan Winarno adalah top-markotop atau maknyus]. Apalagi jika beliau baru pulang menengok kampung halamannya, ada saja cerita yang menarik, misalnya bertemu dengan siapa, mencicipi dan mengomentari masakan atau penjual makanan yang sudah mulai langka dan sebagainya.

Hampir tidak ada orang lain yang melakukan hal itu, jadi bagi siapa yang pernah menerima kiriman flyer-nya, yang seringkali juga dihiasi dengan foto-foto, tentulah sudah menebak siapakah gerangan dia.

Beliau dulunya tinggal di ujung kampung Begedongan – kelurahan Pekelingan, dan ketika muda dan masih di Gresik biasa disapa dengan Cak Mang, tetapi ketika bertemu kembali di Jakarta, kita semuanya menyapanya dengan Abah Mang atau Bah Mang. Nama lengkapnya adalah Abdul Rahman bin Wahid, atau dikenal sebagai AR Wahid. Walau sama nama dan bin-nya, tetapi beliau bukanlah Gus Dur.

Semoga Allah swt menempatkan beliau di sisinya, seorang yang selalu mengupayakan menjalin tali silaturrahim diantara kerabat, teman dan anak-anak teman-temannya.

Semoga Ongkek Suling ini, bisa berfungsi seperti flyer-nya Abah Mang.

Salam

Saifuddien Sjaaf Maskoen

Satu Tanggapan to “Harapanku”

  1. Asep Rusadi Says:

    Lho Cak Mang itu tinggalnya persis disebelah rumah orangtua Saya di petukangan utara. Beliaulah yang memberi khotbah nikah ibu dan bapak saya di “Grisee” tahun 1955 atau 1956.

    Wass,

    Asep Rusadi
    rusadi2003@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: