Ongkek Suling

Ongkek Suling

Ongkek merupakan tempat berkumpul untuk menunggu waktu tertentu, misalnya waktu shalat, waktu mulai kerja, waktu akan mulai lembur, menunggu penjaja makanan yang lewat, dengan mengobrol, membicarakan hal-hal tertentu yang sedang hangat, bercanda dan bahkan saling mencemooh sesamanya – tanpa diikuti sakit hati. Biasanya berbentuk tempat duduk [Jawa – amben] yang cukup luas untuk menampung duduk, bahkan tiduran [Jawa – klesetan]  untuk beberapa orang sekaligus.

Di ongkek, walaupun tidak ada aturan tertulis, mereka sangat menghormati satu sama lain, menghargai perbedaan, tidak yang satu merasa lebih dari yang lain, atau dalam bahasa modern, mereka munjukkan sifat dan perilaku egaliter, pluralis, demokratis, dilandasi oleh keyakinan agamanya.

Lokasinya biasanya merupakan tempat yang strategis, seperti perempatan [baik perempatan jalan, maupun perempatan gang]. Beberapa ongkek yang cukup ramai dan terkenal, adalah Ongkek Garling, Ongkek Makam-Londo, Ongkek Kampung-Gajah, Ongkek Gajah Mungkur dan lain-lain lagi.

suling-sirene-bw2

Sebenarnya saya ingin menamakan dengan Ongkek Garling, tetapi khawatir nanti menimbulkan kerancuan dengan Ongkek Garling yang ada di dunia nyata. Di dunia nyata, tidak ada yang disebut Ongkek Suling, dan Ongkek Suling memang hanya ada di dunia maya ini. Karena aku dulu tumbuh besar di Garling, dekat SULING [sirine], yang juga menjadi tempat berkumpul teman-temanku, walau bukan berupa ongkek.

Ongkek Suling ini, diharapkan dapat berfungsi sebagai ongkek di dunia maya, untuk membahas berbagai hal yang hangat, bertukar fikiran dan juga bercanda secara bebas tetapi tetap sopan dan menjaga norma-norma kesopanan menurut agama yang kita anut dan budaya yang ada di sekeliling kita.

Bahasa yang digunakan di ongkek pada umumnya, dapat diterapkan di Ongkek Suling ini. Bahasa Jawa Gresikan, bahasa Indonesia, maupun bahasa daerah atau bahasa global lainnya.

Ayo kita ramaikan Ongkek Suling kita, sebagai ajang silaturahim dan pelepas rindu di abad XXI ini. Baik yang masih tinggal di Gresik, dan terutama yang berada jauh dari tanah leluhurnya.

Salam

Saifuddien Sjaaf Maskoen

2 Tanggapan to “Ongkek Suling”

  1. Kris Adji AW Says:

    Pak Syaaf (begitu panggilan anda kata Cak Nut Toko Pantes dan Pak Medi Guru Olah Raga SMA NU 1 Bedilan Gresik), meskipun usia saya jauh dari bapak, tapi kenangan masa kecil saya tentang Gresik menggugah untuk bertindak lebih jauh untuk ikut berusaha agar Gresik punya peraturan cagar budaya seperti yang bapak tulis.

    Syukur kalau Pak Syaaf berkenan ikut membantu termasuk bagaimana Gresik bisa memiliki heritage map misalnya, agar Gresik yang memiliki ribuan cerita bisa menjadi daya tarik bagi dunia…atau paling tidak arek nom-noman ngGersik tidak seperti kacang dak ninggal lanjaran.

    Mohon izin bog ini saya link di blog DKG agar khasanah budaya Gresik lebih kaya meskipun hanya di dunia maya. Dan mudah-mudahan tulisan bapak lebih banyak dibaca oleh paling tidak oleh arek-arek enom ngGersik.

    Nedo nrimo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: