RAMADHAN 29

 

Setelah kita jalani hari demi hari dengan khusyuk, sampailah kita pada hari [hari] terakhir bulan suci Ramadhan. Dan bila matahari terbenam di ufuk barat sore ini [esok], kita akan ditinggalkan oleh bulan Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat, dengan harapan insya Allah dipanjangkannya umur kita, dan diperkenankan berjumpa lagi pada tahun mendatang.

Seiring dengan sirnanya ufuk kemerahan di cakrawala barat, mulailah terdengar kalimah takbir dan tahmid secara berulang-ulang dikumandangkan oleh segenap ummat secara bersahut-sahutan mulai ari kanak-kanak hingga yang sudah berumur. Berkumandang mulai dari arah terbitnya matahari di timur terus ke barat ke arah terbenamnya matahari, sampai keesokan hari menjelang dilaksanakannya shalat Ied Fithri di lapangan atau masjid-masjid di seantero bumi ini, dimana ummat Islam berada.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
atau

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

yang sangat dianjurkan untuk dilafalkan dengan kekhusyukan pada saat menuju ke tempat dilaksanakannya shalat Iedul Fitri. Baik keberadaannya sebagai fiatan katsiratan [mayoritas], maupun sebagai fiatin qalilatin [minoritas].

Dan sepertinya sudah menjadi tradisi, sebagian ummat akan melakukan takbiran diiringi dengan bunyi tabuh beduk di sepanjang malam 1 Syawal, bahkan dengan berkeliling kota dengan menggunakan aneka sarana transportasi.

Salah seorang teman kita [dra. Handayani Tjahjo] mengirimkan serangkaian pertanyaan yang sering mengganggu pikiran kita dalam menjalani kehidupan ini, disertai jawabannya dari ayat-ayat al-Quran, sebagaimana yang kami sertakan di akhir tulisan ini. Kiranya bisa lebih memperkuat benteng keimanan kita semua, dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan dan ujian ini.

Surau dan masjid yang selama ini malamnya diramaikan oleh jamaah yang melakukan shalat tharawih, tadarrus dan kegiatan ibadah lainnya, sepertinya akan menjadi sepi kembali seperti pada bulan-bulan sebelumnya. Suara lantunan bacaan al-Quran, yang dibaca dengan berbagai ragam cara akan juga berkurang seiring dengan datangnya hiruk pikuk suara kanak-kanak atau malah bunyi petasan yang disulut oleh sebagaian warga.

Seiring dengan itu perkenankanlah kami, atas nama seluruh keluarga menghaturkan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah kami perbuat kepada Bapak-Ibu serta saudaraku dan kakak maupun adikku. Dengan maaf itu, semoga Allah swt juga memaafkan kami.

Seorang negarawan yang dimiliki Indonesia, M. Natsir dalam menyambut hari kemenangan ini pernah menuliskan untaian kalimat yang indah dan penuh arti

“Minal ‘Aidin wal Faa-izien”

 

Telah bertingkah guruh dan petir, seakan kilat hendak menyambarmu,

Telah menghitam awan di hulu, seakan gelamat hendak melandamu,

Telah berdendang lagu dan siul, seakan rayuan membawamu hanyut,

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lilahil hamd”

Hanya Allah Yang Maha Besar, kepada-Nya pulang puji dan syukur,

Kembalilah kamu kedalam hidayat dan taufiq-Nya

Disana letak pangkalan merebut kejayaanmu

Pancangkan petunjuk Ilahy dalam qalbumu,

“Cukuplah Allah bagimu tempat berlindung, Dia-lah yang akan menegakkan pendirianmu,

dengan pertolongan langsung dari pada-Nya, dan kekuatan mukminin sama se-iman”

“Innahu laa yukhliful mie’aad!”

 

“Minal ‘Aidin wal Faa-izien”

Wa Allahu a’lam.

Saifuddien Sjaaf Maskoen

 

 

ANTARA TANYA dan JAWAB
dra. Handayani

 

KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
QS. Al-Ankabut 29: 2-3 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ?
QURAN MENJAWAB :
QS Al-Baqarah  2: 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?
QURAN MENJAWAB :
QS. Al-Baqarah 2: 286 “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

KENAPA FRUSTASI ?
QURAN MENJAWAB :
QS. Al-Imran 3: 139 “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang2 yang beriman.”

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ?
QURAN MENJAWAB :
QS. Al-Baqarah 2: 45 “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِي

APA YANG AKU DAPAT ?
QURAN MENJAWAB :
QS. At-Taubah 9: 111 “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka”

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ?
QURAN MENJAWAB :
QS. At-Taubah 9: 129 “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy [singgasana] yang agung”

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

AKU TAK SANGGUP !!
QURAN MENJAWAB :
QS. Yusuf 12: 87 “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”

وَلَا تَاْيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا ياَْيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: