RAMADHAN 26

 

Jika tanggal 17 Agustus, yang setiap bulan kita “peringati” dengan melakukan upacara bendera, khususnya para anggota KORPRI – alias Pegawai Negeri Sipil plus plus – dan setahun sekali oleh seluruh rakyat Indonesia dimanapun mereka berada [kecuali yang di akhirat kali ay]. 17 Agustus 1945 menggegerkan dunia, suatu bangsa yang setelaha sekian ratus tahun dijajah menyatakan kemerdekaannya pada jam 10;05 Waktu Jawa, diakhir suatu rangkaian peristiwa berakhirnya Perang Dunia ke II, yang juga berlangsung di Asia-Pasifik.

Besok, 27 Agustus seyogyanyalah kita memeringatinya, karena disaat itu Indonesia [Hindia Belanda sebutannya waktu itu] menggegerkan dunia, dan betul-betul menggegerkan dalam artian yang sebenarnya. Suara menggelegar muncul dari bawah laut menembus angkasa yang terdengar sampai ribuan kilometer jauhnya, melintasi pulau-pulau, lautan dan benua, bahkan di seluruh penjuru dunia. Suara terdahsyat dalam sejarah kehidupan manusia, 180 decibel pada jam 10:20 [apa WIB apa Waktu Jawa ya]. Gelombang suaranya [shockwaves] diyakini mengelilingi dunia sampai 7 [tujuh] kali [koq kayak thawaf di Baitullah ya] dan memengaruhi penunjukan barometer selama 5 [lima] hari.

Konon, tetapi bukan katanya-katanya ala Nazaruddin, butiran debunya menyebabkan perubahan warna langit di saat matahari terbenan selama berbulan-bulan, dan yang hebatnya lagi konon menyebabkan pendinginan bumi secara global selama abad 20 yang lalu. Tak lain, kesemuanya itu disebabkan oleh letusan gunung Krakatao [orang asing menyebutnya Krakatoa – lidahnya kebolak-balik alias kamisosolen kali ya] pada tahun 1883 atau 128 tahun silam.

Jadi, jika sekarang orang di dunia ini meributkan tentang pemanasan global dan berbagai dampaknya bagi kehidupan di bumi, sesungguhnyalah sangat mudah bagi Allah swt untuk mendinginkannya jika Dia berkehendak. Dengan satu gunung sekelas Krakatau, dunia akan mendingin dengan sendirinya, selama beberapa puluh tahun mendatang.

Untuk itu, Krakatau telah rela mengubah dirinya yang semula gagah perkasa menjadi debu dan mengakibatkan belasan puluh ribu orang yang berada di sekitarnya meninggal dunia akibat dari gelombang pasang yang melanda pantai Sumatra dan Jawa yang berada tidak jauh darinya.

Masih ingat dengan nama pegunungan di Pulau Sulawesi, yang namanya Pegunungan Verbeek? Mungkin nama itu diambil dari nama seorang penjelajah dan sekaligus ahli geologi yang juga menyaksikan letusan Krakatau di saat itu. Konon dia berada di pantai Selat Sunda, disaat gunung Krakatau sedang mulai menunjukkan aktifitasnya, mungkin seperti pada saat dinyatakan Waspada dimasa sekarang. Tetapi kemudian dia pergi ke Bogor [base penelitiannya waktu itu] sehingga selamat tetapi dengan penuh penyesalan, karena dia mengabaikan berbagai fakta dan fenomena yang disampaikan masyarakat dan merasa aman dengan jarak yang cukup jauh dari kawah gunung Krakatoa tersebut. Konon dialah kemudian yang menjadi bapak dari ilmu geologi modern, khususnya yang berkenaan dengan kegunung-apian. [Saya kemarin berkesempatan menyaksikan film tentang meletusnya Gunung Krakatau pada 1883 tersebut dari stasiun BBC Knowledge yang dibuat dari catatan pribadinya, keterangan sakasi-mata dan hasil wawancara. Sayang, tak lagi punya recorder].

 

Dan Indonesia sudah mencatatkan rekor letusan gunung berapi beberapa kali, yang lainnya adalah Gunung Tambora dan “Gunung Toba”. Dan ternyata letusan Krakatau 1883, masih belum mengalahkan rekor yang dicapai Gunung Tambora pada 10 April 1815, apalagi untuki menandingi letusan Gunung Toba yang menyebabkan terbentuknya Danau Toba di Sumatra.

 

Gunung Tambora, yang bersamaan dengan dikalahkannya Napoleon, menyebabkan ketiadaan musim panas selama setahun di belahan bumi utara, yang menyebabkan berbagai penyakit dan kelaparan karena gagal panen. Dan kalau Gunung Toba, menyebabkan musim dingin selama beberapa tahun, dan konon menjadi salah satu penyebab musnahnya kelas dinosaurus. Subhanallah.

Tentu masih segar dalam ingatan kita, letusan Gunung Merapi 2010 kemarin, yang konon hanya mencapai skala 4 VEI, yang belum sampai 1 km3 [kilometer kubik] walau sudah >0,1 km3 . Konon letusan Krakatao 1883 dan Pinatubo 1991 [Philipina] pada skala yang lebih tinggi, yaitu 5 VEI. Skala VEI ini, sama seperti skala Richter, satu satuan naiknya 10 x lipat, karena menggunakan skala logaritmis. Pada saat Pinatubo meletus, walau dampaknya tidak sampai seperti Krakatao, tetapi menyebabkan ditutupnya suatu pangkalan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di sana, karena tertutup debu yang sangat tebal, dan biaya untuk merestorasinya akan sangat besar, mungkin lebih murah bikin pangkalan baru.

Tambora pada skala 7 VEI, memuntahkan lahar lebih dari 100 km3 atau 100.000.000.000 m3. Kalau dikumpulkan dan dijual ke kontraktor bangunan dengan harga Rp 10.000,00 per m3, maka nilai letusannya adalah 1.000.000.000.000.000,00 rupiah, satu dengan 15 nol alias 1×1015 kalau dituliskan secara saintifik. Bayangkan kalau Toba, yang skala 8 VEI. Subhanallah.

Begitu mudah bagi Allah swt, untuk memengaruhi iklim dan keadaan di bumi ini. Dan itulah dinamika alami yang ada di bumi ini. Jika kita lihat dari sisi “mudharat”nya, seakan-akan Tuhan sedang marah dan menyiksa makhluk yang merupakan hamba-Nya, setapi jangan lupa akan sisi manfaat yang ditimbulkan dari berbagai dinamika bumi berupa letusan tersebut.

Toba sepertinya sudah terlelap dalam tidurnya, Tambora masih tidur siang beristirahat sejenak, dan Krakatau – anaknya – masih tumbuh terus dan sesekali terbangun oleh hiruk pikuknya bangsa ini. Sedang teman-temannya yang lain, seakan berlomba menunjukkan eksistensinya di bumi pertiwi ini, berkontribusi dalam memberikan kesuburan pada tanah-tanah di sekitarnya.

Esok adalah ulang tahun meletusnya Krakatau yang ke 2 pangkat 2 pangkat 2 pangkat 2 pangkat 2 pangkat 2, atau yang ke…128. Mungkinkah ada gunung berapi di Indonesia yang akan meletus dengan skala seperti Krakatau, Tambora atau bahkan Toba? Mungkin saja, tetapi mungkin disaat kita sudah meninggalkan dunia yang fana ini. Hanya Allah swt yang mengetahui. Sesungguhnya Dia mengetahui apa-apa yang sudah dan akan terjadi di seluruh alas semesta ini. Bukan saja di bumi,

Maha Suci Engkau ya Allah. Yang menjadikan bumi ini, dan selalu menjaga keseimbangannya selama ini dan untuk masa-masa yang akan datang, yang hanya Engkau sajalah yang mengetahui kapan akhir dari bumi ini. Kami meyakini, bahwa Engkau akan selalu menjaga apa-apa yang telah Engkau ciptakan dengan indanya ini, dan dipenuhi dengan berbagai keseimbangan yang sangat dinamis. Peranan manusia dalam menggeser keseimbangan tersebut akan diterima dengan berbagai konsekwensi yang akan ditanggungnya.

Wa Allahu a’lam

 

Saifuddien Sjaaf Maskoen

 

Catatan :
Dari daftar dibawah, kebanyakan letusan sangat besar terjadi pada masa yang sangat lalu, dan untuk masa kini relatif sudah mengecil dan Indonesia banyak punya saham, dan ada yang beberapa kali, seperti Gunung Kelud.

The eruptions of Krakatoa 1883 culminated in a colossal explosion that blew the island apart in one of the largest eruptions in history. Published in the magazine Allt om Historia, 2006.

Examples of eruptions by VEI

See also: World’s largest eruptions

VEI

Volcano (eruption)

Year

0

Hoodoo Mountain 9000 BP?

0

Mount Tambora (1967 eruption) 1967

0

Mauna Loa 1984

0

Lake Nyos 1986

0

Piton de la Fournaise 2004

1

Wells Gray-Clearwater volcanic field 1500?

1

Kilauea 1983–present

1

Nyiragongo 2002

2

Mount Hood 1865–1866

2

Kilauea 1924

2

Cordón Caulle 1960

2

Tristan da Cunha 1961

2

Mount Usu 2000–2001

2

Whakaari/White Island 2001

2

Mount Sinabung (2010 eruption) 2010

3

Mount Garibaldi 9,300 BP

3

Nazko Cone 7,200 BP

3

Mount Edziza 950 CE ± 1000

3

Mount Vesuvius 1913–1944

3

Surtsey 1963–1967

3

Eldfell 1973

3

Nevado del Ruiz 1985

3

Mount Ruapehu 1995-1996

3

Hekla 2000

3

Mount Etna 2002–2003

4

La Soufriere 1902

4

Mount Pelée 1902

4

Grímsvötn 1902

4

Mount Lolobau 1911

4

Sakurajima 1914

4

Tungurahua 1916

4

Agrihan 1916

4

Katla 1918

4

Kelud 1919

4

Manam 1919

4

Raikoke 1924

4

Iriomotejima 1924

4

Avachinsky 1924

4

Komagatake 1929

4

Kliuchevskoi 1931

4

Mount Aniakchak 1931

4

Volcan De Fuego 1932

4

Suoh 1933

4

Kuchinoerabujima 1933

4

Rabaul 1937

4

Parícutin 1943–1952

4

Avachinsky 1945

4

Sarychev Peak 1946

4

Hekla 1947

4

Ambrym 1950

4

Mount Lamington 1951

4

Kelud 1951

4

Bagana 1952

4

Mount Spurr 1953

4

Carran-Los Venados 1955

4

Shiveluch 1964

4

Taal 1965

4

Kelud 1966

4

Mount Awu 1966

4

Fernandina 1968

4

Tiatia 1973

4

Volcan De Fuego 1974

4

Tolbachik 1975

4

Mount Augustine 1976

4

Alaid 1981

4

Pagan 1981

4

Galunggung 1982

4

Colo 1983

4

Mount Augustine 1986

4

Chikurachki 1986

4

Kliuchevskoi 1987

4

Kelud 1990

4

Mount Spurr 1992

4

Lascar 1993

4

Rabaul 1994

4

Shishaldin 1999

4

Ulawun 2000

4

Shiveluch 2001

4

Ruang 2002

4

Reventador 2002

4

Manam 2004

4

Rabaul 2006

4

Mount Okmok 2008

4

Chaiten 2008

4

Kasatochi 2008

4

Sarychev Peak 2009

4

Eyjafjallajökull (2010 eruption) 2010

4

Mount Merapi 2010

4

Grímsvötn 2011

4

Puyehue-Cordón Caulle 2011

4

Nabro 2011

5

Hekla (Hekla 3 eruption) 1021 BCE + 130/- 100

5

Mount Meager ≈ 2350 BP)

5

Mount Vesuvius (Pompeian eruption) 79 CE

5

Mount Edgecumbe/Pūtauaki ≈ 300 CE

5

Mount Fuji 1707-1708

5

Katla 1721

5

Mount Tarumae 1739

5

Katla 1755

5

Mount St. Helens 1800

5

Mount Mayon 1814

5

Galunggung 1822

5

Cosiguina 1835

5

Shiveluch 1854

5

Askja 1875

5

Mount Tarawera 1886

5

Ksudach 1907

5

Colima 1913

5

Cerro Azul 1932

5

Kharimkotan 1933

5

Bezymianny 1956

5

Mount Agung 1963

5

Mount St. Helens 1980

5

El Chichón 1982

5

Mount Hudson 1991

6

Galeras 560,000 BP

6

Roccamonfina Caldera 385,000 BP

6

Uzon-Geyzernaya calderas 280,000 BP

6

Mount Aso 270,000 BP

6

Emmons Lake caldera 233,000 BP

6

Kos-Nisyros Caldera 233,000 BP

6

Mount Aso 140,000 BP

6

Mount Aso 120,000 BP

6

Sierra La Primavera 95,000 BP

6

Morne Diablotins 30,000 BP

6

Mount Vesuvius 18,300 BP

6

Emmons Lake caldera 17,000 BP

6

Laacher See 12,900 BP?

6

Nevado de Toluca 10,500 BP

6

Ulleungdo 8750 BCE

6

Mount Okmok 8300 BP

6

Grímsvötn 8230 BCE ± 50

6

Mount Etna 8000 BP?

6

Lvinaya Past 7480 BCE

6

Mount Pinatubo 7460 BCE

6

Fisher Caldera 7420 BCE

6

Karymsky 6600 BCE

6

Sakurajima 6200 BCE

6

Menengai 6050 BCE

6

Crater Lake 5900 BCE

6

Khangar 5700 BCE

6

Tao-Rusyr Caldera 5550 BCE

6

Lake Mashū 5550 BCE

6

Mount Aniakchak ≈ 5250 BCE

6

Mount Hudson ≈ 4750 BCE

6

Macauley Island ≈ 4360 BCE

6

Masaya ≈ 4050 BCE

6

Pago ≈ 4000 BCE

6

Taal ≈ 3580 BCE

6

Mount Pinatubo ≈ 3550 BCE

6

Long Island ≈ 2040 BCE

6

Black Peak ≈ 1900 BCE

6

Mount Hudson ≈ 1890 BCE

6

Mount St. Helens ≈ 1860 BCE

6

Mount Veniaminof 1750 BCE

6

Mount Vesuvius (Avellino eruption) 1660 BCE ± 43

6

Mount Aniakchak ≈ 1645 BCE

6

Taupo ≈ 1460 BCE

6

Pago ≈ 1370 BCE

6

Mount Pinatubo ≈ 1050 BCE

6

Raoul Island ≈ 250 BCE

6

Mount Okmok ≈ 100 BCE

6

Apoyeque ≈ 50 BCE

6

Ambrym ≈ 50 CE

6

Mount Churchill ≈ 60 CE

6

Ksudach 240 CE

6

Ilopango 450 CE ± 30

6

Rabaul 540 CE

6

Mount Churchill (White River Ash) ≈ 700 CE)

6

Pago 710 CE

6

Dakataua 800 CE

6

Ceboruco 930 CE

6

Katla (Eldgjá) 934

6

Baekdu Mountain (Tianchi eruption) 969 CE ± 20

6

Quilotoa 1280

6

Kuwae 1452 or 1453

6

Bárðarbunga 1477

6

Billy Mitchell 1580

6

Huaynaputina 1600

6

Kolumbo 1650

6

Long Island 1660

6

Laki 1783

6

Krakatoa 1883

6

Santa María 1902

6

Novarupta 1912

6

Mount Pinatubo 1991

7

Sesia Valley caldera 280 Ma (million years ago)[2]

7

Bennett Lake Volcanic Complex 50 Ma (million years ago)

7

Valles (Lower Bandelier eruption) 1.47 Ma (million years ago)

7

Yellowstone (Mesa Falls eruption) 1.3 Ma (million years ago)

7

Valles (Upper Bandelier eruption) 1.15 Ma (million years ago)

7

Mangakino Caldera Ma (million years ago)

7

Long Valley Caldera (Bishop eruption) 759,000 BP

7

Diamante Caldera 450,000 BP

7

Maninjau 280,000 BP

7

Reporoa Caldera 230,000 BP

7

Maroa Caldera 230,000 BP

7

Rotorua Caldera 220,000 BP

7

Mount Aso 90,000 BP

7

Atitlán (Los Chocoyos eruption) 84,000 BP

7

Maninjau Caldera 52,000 BP

7

Okataina Volcanic Complex 50,000 BP

7

Kurile (Golygin eruption) 41,500 BP

7

Campi Flegrei 37,000 BP

7

Aira Caldera 22,000 BP

7

Kurile (Ilinsky eruption) ≈6400 BCE

7

Crater Lake (Mount Mazama eruption) ≈5700 BCE

7

Kikai (Akahoya eruption) ≈5300 BCE

7

Thera (Minoan eruption) 1620s BCE

7

Taupo (Hatepe eruption) 186 CE

7

Mount Tambora (1815 eruption) 1815

8

Scafells Ordovician

8

Glen Coe 420 Ma (million years ago)

8

Siberian Traps 251–250 Ma (million years ago)

8

La Garita Caldera 27 Ma (million years ago)

8

Yellowstone (Huckleberry Ridge eruption) 2.2 Ma (million years ago)

8

Galán 2.2 Ma (million years ago)

8

Yellowstone (Lava Creek eruption) 640,000 BP

8

Whakamaru (Whakamaru Ignimbrite/Mount Curl Tephra) 254,000 BP

8

Toba 69,000–77,000 BP

8

Taupo (Oruanui eruption) 26,500 BP

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: