RAMADHAN 16

Hari-hari terakhir ini, kita memperoleh khabar bahwa beberapa gunung berapi di negeri ini sedang menggeliat, menunjukkan tanda kehidupannya untuk mengeluarkan lava yang selama ini berada dalam perut bumi. Kali ini, gunung-gunung itu adalah Gunung Soputan, Lokon, Ibu, Karangetang, Marapi dan Papandayan.  Dan beberapa bulan silam, belum lepas dari ingatan kita, adalah Gunung Merapi di bagian tengah pulau Jawa, dan juga Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Wilayah bumi pertiwi memiliki banyak gunung-gunung dan sebagian besar diantaranya masih aktif. Mulai dari ujung barat-utara sepanjang Bukit Barisan, menyeberangi Selat Sunda, ke Pulau Jawa mulai dari barat hingga ke timur, terus ke Bali – Lombok dan kepualauan Nusa Tenggara dan naik lagi ke Sulawesi dan Maluku. Sepertinya Kalimantan dan Irian atau Papua yang sudah tidak lagi memiliki gunung yang aktif.

Gunung berapi, merupakan salah satu bagian dari dinamika alam yang memang terus-menerus akan terjadi, sebagaimana gempa, angin topan, banjir dan sebagainya. Hampir semuanya, tidaklah ada peran manusia di dalamnya, kecuali atas terjadinya banjir dan longsor dalam skala kecil. Karena banjir dan longsor dalam skala besar, memang diluar jangkauan kegiatan manusia.

Sebagian dari dinamika alam tersebut, akhir-akhir ini, berkat kemajuan ilmu dan teknologi telah dapat diperkirakan sebelumnya baik besaran/skala kekuatan maupun kapan waktu terjadinya, sehingga dapat dikurangi korban yang akan ditimbulkan dengan berbagai upaya evakuasi dan sebagainya. Sebagian lagi, seperti gempa hingga saat ini belum bisa diperkirakan saat akan terjadinya, walau sudah bisa diperkirakan bahwa akan ada gempa pada suatu kisaran waktu tertentu.

Dinamika alam tersebut, di satu sisi kita melihatnya sebagai suatu bencana karena kerusakan yang ditimbulkannya, bahkan korban nyawa yang mungkin direnggutnya, tetapi ada juga manfaat yang dibawanya serta, seperti kesuburan tanah dan lain-lain.

Anda bisa memperdalam pengetahuan dan memperoleh informasi mengenai gempa, pergeseran kulit bumi, kegiatan gunung berapi dan lain-lain dari usgs.gov, dan bahkan anda bisa mendaftarkan untuk menerima informasi mengenai suatu gempa di wilayah yang anda pilih, dan dengan skala magnitude yang anda tentukan, melalui e-mail seperti contoh ini:

Region:                            SOUTHERN SUMATRA, INDONESIA
Geographic coordinates:             4.993S, 102.726E
Magnitude:                        5.0 Mb
Depth:                            63 km
Universal Time (UTC):             13 Aug 2011  20:22:10
Time near the Epicenter:          14 Aug 2011  03:22:10
Local standard time in your area: 14 Aug 2011  03:22:10

Location with respect to nearby cities:
146 km (90 miles) SSE (160 degrees) of Bengkulu, Sumatra, Indonesia
286 km (178 miles) W (280 degrees) of T.-Telukbetung, Sumatra, Indonesia
317 km (197 miles) SW (225 degrees) of Palembang, Sumatra, Indonesia
463 km (288 miles) WNW (286 degrees) of JAKARTA, Java, Indonesia

ADDITIONAL EARTHQUAKE PARAMETERS
________________________________
event ID                     :  US c0005dze

This event has been reviewed by a seismologist at NEIC
For subsequent updates, maps, and technical information, see:
http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/usc0005dze.php
or
http://earthquake.usgs.gov/

National Earthquake Information Center U.S. Geological Survey
http://neic.usgs.gov/

setiap kali ada gempa terjadi. Karena gempa susulan di Sendai [Fukushima], maka ada sedikit perubahan kebijakan pengiriman, berkenaan dengan up-date, karena gempa susulan di Sendai kemarin ini, bisa puluhan dan ratusan dalam sehari dengan skala > 5 M.

Anda bisa juga langsung menuju ke website ini, untuk mengetahui dan memperdalam berbagai hal tentang kebumian http://pubs.usgs.gov/gip/dynamic/dynamic.html, dan anda bisa mendownload suatu ebook atau informasi lainnya disana.

Gempa yang terjadi di suatu tempat dapat berdampak pada hal yang lainnya, di suatu tempat yang berjauhan, seperti tsunami yang sudah kita ketahui, seperti halnya tsunami Aceh beberapa tahun silam. Genpa Sendai kemarinpun, telah membuat suatu rengkahan gunung es, dan terlepas dari induknya sebagaimana ditunjukkan oleh gambar dari satelit di halaman berikut ini, yang diperoleh dari European Space Agency.

Japan tsunami caused icebergs to break off in Antarctica

Sulzberger Ice Shelf

9 August 2011
The effects of the March 2011 earthquake and subsequent tsunami that devastated areas of Japan can be seen as far away as Antarctica. Satellite images show new icebergs were created after the tsunami hit the Sulzberger Ice Shelf.
Using radar images acquired by ESA’s Envisat satellite, a NASA team was able to spot the icebergs – the largest measuring about 6.5 by 9.5 km in surface area and about 80 m in thickness.

The findings linking the tsunami to the calving event by NASA’s Kelly Brunt, a cryosphere specialist at Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Maryland, and her colleagues were published in the online Journal of Glaciology on Monday.

The Tohoku 9.0 magnitude earthquake that stuck off the coast of Japan triggered a tsunami with giant waves. The waves then propagated through the Pacific Ocean over 13 000 km south to the Sulzberger Ice Shelf in Antarctica, causing large chunks of ice to break off and float into the Ross Sea.

The waves were likely only about 30 cm high when they reached the Sulzberger shelf, but the consistency of the waves created enough stress to cause the break off.

“These new findings in Antarctica demonstrate that satellite observations are essential to understanding the mechanisms and effects associated with natural disasters,” said Henri Laur, ESA Envisat Mission Manager.

Wa Allahu a’lam

Saifuddien Sjaaf Maskoen

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: