RAMADHAN 14

 

Subhanallah. Allah swt telah menjadikan manusia dengan segala kemampuannya yang prima, walau berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang memiliki kelemahan dari sisi fisik, tetapi memiliki kelebihan dari sisi intelektualnya, dan begitu pula sebaliknya, memiliki keunggulan fisik tetapi agak kurang beruntung dari sisi intelektualitasnya. Semuanya, diciptakan Allah swt dengan niat yang baik.

Akhir-akhir ini, kita banyak mendengar tentang anak-anak yang berkebutuhan khusus, yang dalam dunia pendidikan digolongkan sebagai special educational need [SEN], yang jumlahnya sepertinya terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Para ahli masih terus menelitinya, guna mengetahui dan menguak misteri dibalik itu semua, seperti yang sering kita dengan sebutan anak autis, ADD/ADHD, learning disability [LD] dan lain-lain  bentuknya.

Memiliki “kelemahan” di satu aspek, biasanya disertai dengan kepemilikan sesuatu yang sangat luar biasa. Saya beberapa kali melakukan kontak dengan seorang penyandang autis, yang sudah duduk di sekolah lanjutan. Kalau melihat penampilannya, seperti anak yang tidak memiliki perhatian pada dunia di sekitarnya, pandangannya tidak terfokus dan pengucapan kata-katanya tidaklah memiliki ketegasan. Dibalik itu semua, tersimpan suatu kemampuan yang sangat-sangat luar biasa.

Saya sudah mendengar kemampuannya jauh sebelumnya, tetapi belum berkesempatan bertatap muka dengannya. Begitu saya berjumpa dengannya, saya sengaja memperkenalkan diri dengan identitas lain [nama seseorang] serta tanggal kelahirannya. Dia langsung menyebutkan hari kelahiran pada tanggal tersebut, dalam waktu yang bisa dikatakan “instantenously” alias tidak sampai 2 detik. Tentu saja saya tidak tahu kesahihan informasi yang diberikannya. Maka saya “mengujinya” dengan tanggal yang saya tahu pasti harinya [bukan kelahiran saya, karena saya sendiri tidak hafal karena tidak ada keperluannya], yaitu 17 Agustus 1945. Dan langsung menyebutkannya – Jumat. Betul.

Sesampainya di meja kerjaku, langsung mencoba mengecek kesahihan perhitungannya dengan caraku yang butuh waktu jauh lebih lama, walau sudah menggunakan aplikasi Excel yang ada. Subhanallah. Ternyata tidak sampai disitu saja keistimewaan yang dimiliki anak ini. Ketika saya berjumpa lagi dengannya, dia langsung menyebut “nama yang saya perkenalkan dulu”, disertai dengan tanggal yang saya sebutkan, dan nama hari hasil terhitungannya. Jadi tidak saja cepat menghitung, tetapi memiliki kemampuan mengingat wajah orang, namanya, tanggal lahirnya, serta hari lahirnya, sekaligus – dalam satu paket. Dan juga punya alarm system, bila pada suatu tanggal dan bulan ada seseorang ulang tahun, maka dia akan mencarinya untuk memberikan selamat.

Entahlah, bagaimana cara dia memperoleh hari dari tanggal yang diberikan, apakah di benaknya ada sekumpulan kalender yang dia bisa buka sehingga melihat hari yang bersesuaian, seperti kita bisa memanfaatkan kalender yang ada di HP kita. Ataukah dengan melakukan perhitungan cepat dengan algoritma tertentu yang ada di otaknya. Maha Suci Allah swt yang telah memberikan kemampuan seperti itu. Dan banyak lagi jenis-jenis keistimewaan yang dimiliki oleh individu yang berlainan. Ada yang menggambar, bermain musik dan lain sebagainya. Tetapi umumnya, hanya satu keahlian yang sangat khusus, dengan tingkat keistimewaan yang tinggi, dan hampir tidak diikuti dengan penguasaan keterampilan yang lain, bahkan keterampilan untuk menunjang hidupnya.

Dalam yang digolongkan sebagai anak-anak SEN, juga termasuk anak yang sangat berbakat [gifted]. Karena anak yang berbakat ini, bila tidak mendapatkan penanganan khusus bukan tidak mungkin akan berakibat suatu bencana pada dirinya.

Mungkin anda pernah mendengar nama Stephen Hawking, seorang ilmuwan terkemuka kelas dunia asal Inggris, yang pemikirannya berada pada puncak ilmu pengetahuan mutakhir. Dengan kemampuan pemikiran yang begitu hebat, melontarkan teori-teori tentang alam semesta dan berbagai hal lainnya, ternyata memiliki kelemahan fisik yang mungkin tidak akan tertanggungkan oleh kita-kita ini. Kelumpuhan pada anggota tubuh, ketidak mampuan untuk berbicara dan sebagainya yang dialaminya sejak masa mudanya, sehingga dia harus selalu di atas kursi roda dengan penggerak listrik, untuk berbicara dengan menggunakan atas peniru suara melalui sebuah keyboard.

Jika anda ingin tahu lebih banyak mengenai beliau, cobalah buka website di http://www.hawking.org.uk.

Selama beberapa tahun terakhir ini, saya banyak menjumpai anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut, dan juga berjumpa dengan beberapa orang tua mereka. Sungguh berat beban yang harus ditanggung mereka, baik saat ini apalagi di masa mendatang nanti. Entah apa penyebabnya, sepertinya pada masa-masa terakhir ini semakin banyak kita jumpai anak-anak yang menyandang hal tersebut. Mungkin dulu juga sudah banyak, tetapi tidak kita ketahui. Tetapi peningkatannya di Amerika Serikat sangatlah mencengangkan [mengkhawatirkan] jika upaya penanganan untuk mengurangi risikonya belum diketahui.

Jika mau melihat dari sisi pesimis, seakan apapun yang ada pada diri kita akan mengalami berbagai hal yang harus kita perjuangkan. Apalagi mereka yang berada dalam keadaan ekstreem tersebut. Tetapi kehidupan haruslah kita hadapi dengan sikap optimis, bahwa akan ada selalu jalan yang diberikan oleh Allah swt dalam menghadapi berbagai kesulitan yang kita hadapi. Bukankah Allah swt telah memfirmankan “Fa inna ma’al ‘usri yusra, inna ma’al ‘usri yusra”. Yang diterjemahkan sebagai “maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.[QS 94:5-6].

Dari seorang teman yang menguasai bahasa Arab, disana ada perbedaan bentuk atau struktur kata, antara kesulitan dengan kemudahan, dimana dalam bahasa Indonesia itu tidak terlihat. Tetapi dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, dengan mudah dapat dibedakan. Yaitu adanya bentuk “al” atau “the” pada ‘usri dan tidak pada yusra. Itu pasti dengan maksud tertentu. Bisa diartikan, bahwa dalam setiap kesulitan yang sudah nyata [tertentu] Allah swt menyediakan berbagai bentuk kemudahan – yang tentunya kemudahan itu tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan. Dan konon kemudahannya bisa berbagai-bagai.

Semoga Allah swt memberikan kesabaran dan kekuatan kepada mereka yang sedang menghadapi berbagai hal yang mungkin menyulitkan kehidupannya, dan menganugerahkan berbagai kemudahan kepada mereka untuk mengatasinya dalam berbagai bentuk yang tidak diperkirakan.

Wa Allahu a’lam.

 

Saifuddien Sjaaf Maskoen

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: