RAMADHAN 12

Banyak macam acara rutine selama Ramadhan dari salah satu stasiun televisi swasta, mulai dari jam 16:05 setelah Headline News, sampai menjelang Headline News jam 18:00, mulai dari Light of Indonesian Islam sampai Ensiklopedia Islam. Adalah salah satunya yang dibawakan oleh Dr. HC Ary Ginanjar, yang tadi menyampaikan tentang kebutuhan seseorang yang hidup akan tiga hal, yaitu IQ, EQ dan SQ, yang kebanyakan orang saat ini sudah sangat familiar dengan istilah-istilah tersebut.

Saya jadi teringat akan belasan tahun silam, ketika masih sering mengisi Bulletin QA di ADHI KARYA, yang disampaikan setiap hari Jumat di akhir minggu, dimana konon ada suatu bengkel mobil di Amerika Serikat, yang menuliskan besar-besar sebagai banner di depan bengkelnya:

Pilih Dua Diantara Tiga,
Mutu , Harga, Cepat

sebagai pilihan yang diberikan kepada pelanggannya. Setidaknya ada tiga kombinasi yang bisa dipilih oleh pelanggan untuk menerima layanan dari nya, yaitu berupa kombinasi

  • Mutu [tinggi] dan Harga [murah], yang mungkin akan diselesaikan dalam waktu yang lama;
  • Harga [murah] dan Cepat [waktunya], yang mungkin dengan mutu tidak seperti yang diharapkan; atau
  • Mutu [tinggi] dan Cepat [waktunya], yang mungkin akan dikenakan tarif khusus [surcharge] untuk pelayanan tersebut.

Kalau kombinasi antara Mutu dan Cepat, sudah lazim kita dapatkan dari Foto Studio sejak zaman dahulu, ketika proses pengolahan film negatif dan pencetakan masih harus dilakukan dalam kamar gelap [yang memang betul-betul gelap, hanya disinari oleh sinar lampu merah yang redup] dan perlu waktu lagi untuk pengolahan pasca pencetakan, seperti pengeringan, pemotongan dan perapihan hasil. Waktu normal jaman dahulu, adalah 3 hari kerja. Kalau mau cepat, bisa saja layanan itu diberikan, tetapi dengan harga yang berbeda. Di hotel-hotel, juga berlaku hal yang sama bagi cucian kita. Juga pelayanan parsel atau pos.

Kalau hanya mencetak saja [afdruk, istilahnya jaman itu] dengan cepat dan harga normal, tentunya dengan “mengorbankan mutu”, bisa kita dapatkan di penyedia jasa pinggir jalan yang menggunakan lampu Stormking atau Petromax sebagai sumber cahayanya. Kalau sekarang, sudah bisa ditunggu, berwarna pula.

Barangkali akan lebih tepat digunakan istilah “kelas” sebagai pengganti “mutu”, karena seharusnya memang seperti itu, setidaknya menurut kamusnya sistem manajemen mutu. Jika menginginkan kelas pelayanan yang lebih tinggi, tentu dengan harga yang lebih tinggi. Misalnya di kereta api, di pesawat terbang, ada penggolongan kelas dalam pemberian pelayanan kepada pelanggannya.

Kalau untuk memilih pelayanan yang akan kita terima, memang kita bisa memilih apa yang ingin kita peroleh dengan segala konsekwensi yang akan kita tanggung. Tetapi untuk yang menyangkut diri kita, seperti keberadaan akan IQ, EQ dan SQ untuk diri bukanlah pilihan seperti itu. Ada lagi yang mungkin belum begitu populer, tetapi menyangkut diri kita yang berperan, terutama di masa kanak-kanak dan remaja, tetapi juga seterusnya yaitu yang disebut multiple intellegences [MI].

MI ini mulai diperkenalkan oleh Howard Gardner, dan kemudian terus disempurnakan oleh para ahli. Pada dasarnya, manusia itu dikaruniai oleh Yang Maha Kuasa dan Sang Pencipta, Allah swt dengan kemampuan untuk belajar. Yang mana kemampuan itu, bisa melalui berbagai cara, antara lain yang disebutkan dalam teori Multiple Intelligences ini. Semua orang memiliki kesemua anasir tersebut, hanya dalam kadar yang berbeda-beda, antara orang yang satu dengan yang lain, antara anak-anak bersaudara, antara anak dengan orang tuanya dan sebagainya. Inilah macam, dan uraian singkat dari MI tersebut. [mohon maaf bila gambar tidak keluar]

   

Guru pada zaman ini, sangat perlu untuk memahami tentang teori MI ini, terutama dalam proses mengajar di kelas antara lain dengan mengetahui apa yang dimiliki oleh murid-muridnya secara individual [betapa sulitnya ya jadi guru jaman sekarang], dan bila memungkinkan memberikan pengajaran dengan cara yang berbeda untuk setiap murid [bila tidak, ya mengajarnya dengan berbagai modus sesuai dengan unsur yang banyak dimiliki oleh murid-muridnya]. Tidak hanya dengan satu modus saja, one fits all. Bukan saja guru, tetapi para orang tua juga perlu mengetahui dan bila mungkin juga memahaminya dengan baik, guna perkembangan anak-anak si buah hati sibiran tulang. Kalau sampai salah langkah, anaknya mutung, bisa fatal bukan?

Konon ada satu cerita di suatu negeri, seorang murid sangat sulit untuk mengenal huruf yang diajarkan oleh sang guru. Suatu ketika, sang guru berhalangan mengajar dan digantikan oleh guru lain. Melihat ada murid yang seperti itu, si guru pengganti mencari tahu perilaku sang anak yang ternyata selama waktu jam pelajaran tersebut selalu mencorat-coret bukunya dengan gambar-gambar. Si guru pengganti cepat tanggap dan sadar, bahwa si anak memiliki dalam moda belajar melalui gambar-gambar. Lalu dia mengajarkan huruf-huruf alfabet tersebut dengan menggunakan gambar-gambar. Ketika sang guru tetap kembali mengajar, dia terkejut mendapatkan si murid telah mengenal alfabet dengan baik. Dan bertanyalah kepada si guru pengganti, apa yang diperbuatnya. Seperti itulah konon manfaat dari pengetahuan tentang teori MI ini.

Jika kita, apakah guru, orang tua, aa’, teteh, pakde, bude mengetahui dan mengenali hal-hal yang berkenaan dengan MI ini, dan mengetahui kekuatan si anak dalam hal apa saja [walaupun yang kurang juga ya harus dikembangkan] maka kita yang lebih tua akan dapat mengoptimalkan kemampuan belajar anak dengan harapan dapat memaksimalkan hasilnya kelak.

Seorang guru, terutama guru PAUD dan SD sangatlah penting untuk memahami tentang teori MI ini, dan bisa mengenali murid-muridnya berdasarkan teori MI ini [walau secara kasar, untuk memperoleh pattern seperti segmen-segmen lingkaran di atas]. Kalau sudah besar dan dewasa, seperti anda bisa mencoba “main-main” untuk mengetahui di sektor manakah kita merasa favourable dalam berbagai anasir MI ini, melalui suatu tes menjawab beberapa pertanyaan.

Kalau anda berminat mengetahui kekuatan diri anda dalam teori MI ini, cobalah buka http://www.bgfl.org/bgfl/custom/resources_ftp/client_ftp/ks3/ict/multiple_int/index.htm
dan lakukan tes secara mandiri, serta langsung akan memperoleh hasilnya. Kalau hasil tesnya tidak sesuai dengan harapan, jangan netbook atau iPad nya dipecah lho ya, sayang. Dan anda bisa memanfaatkan hasilnya, untuk mengembangkan diri lebih lebih lanjut, melalui jalan yang lebih mudah. Kalau ada jalan yang memudahkan, kenapa harus menggunakan jalan yang lebih sulit. Apapun yang dikaruniakan Allah swt kepada diri kita, itulah yang terbaik bagi diri kita, insya Allah.

Dan mungkin ini http://school.familyeducation.com/multiple-intelligences/learning-styles/childs-special-gifts/66373.html akan juga bermanfaat untuk dibuka. Sila ya.

Semoga Alah swt menunjukkan dan memberikan kemudahan kepada kita semua dalam menjalankan perintah-Nya, salah satunya dalam belajar dan mempelajari ayat-ayatNya.

Wa Allahu a’lam.

Saifuddien Sjaaf Maskoen

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: