GEMPA GRESIK

Dengan banyaknya kejadian gempa yang menimpa bumi pada beberapa tahun terakhir ini, menjadikan orang mengingat-ingat apakah daerah tempat tinggal kita pernah mengalami gempa, dan bila pernah seberapa besar, bila terjadi dan apakah sampai menyebabkan korban harta dan jiwa.

Gresik pernah diguncang gempa, tetapi rupanya tidaklah menimbulkan trauma yang parah kepada penghuni kota itu, sehingga tidak banyak diceritakan atau dijadikan bahan pembicaraan oleh generasi berikutnya. Bahkan mungkin banyak pula pemuda-pemudi yang saat ini tinggal di Gresik, tidak mengetahui bahwa wilayahnya pernah diguncang gempa pada suatu waktu dulu.

Bagi yang seusiaku, kejadiannya hanya sepintas dan tidak teringat lagi, kapan itu sesungguhnya terjadi. Yang saya ingat, hanyalah saat itu saya dan nenekku [Mak Mah] baru saja turun dari becak, dan memasuki pintu rumah tempat tinggal kami di Garling. Lalu terasa goncangan dan kalau tidak salah diikuti dengan padamnya lampu. Masih terlalu kecil untuk mengingat suatu kejadian seperti itu, apalagi memahaminya. Pemahaman, barulah kemudian tumbuh seiring dengan proses pemberitahuan atau penerimaan informasi yang diperoleh sesudahnya.

Saya tidak ingat betul apakah Bapak Koen saat itu masih di rumah, atau tidak. Karena saat itu, bulan Ramadhan. Yang jelas, nenekku, ibuku dan dua adikku yang kembar – Alifah Amali dan Khalishah Amali. Fithriyati mungkin belum lahir. Rasanya, kami tetap tinggal dalam rumah, yang kebetulan tidak mengalami gangguan apapun.

Besok paginya, aku tahu ada celana yang penuh bercak darah sedang direndam di ember. Dari penjelasan yang saya terima, itu adalah celana Bapak Koen yang terkena percikan darah para korban gempa ketika memberikan pertolongan pertama kepada mereka malam kemarin. Dan pagi itu, banyak orang berkerumun untuk melihat dampak dari gempa semalam. Seingatku bangunan yang mengalami kerusakan adalah rumah besar yang kemudian menjadi Hotel Bahagia, dan bagian depan rumah Neng Sah [Nyonya Maria]. Baru terfikir sekarang ini, mungkin juga rumahnya Oei Swan Djoe dan Haji Mochtar [di Lojie] terasnya juga mengalami kerusakan karena gempa itu, sehingga berbeda dengan foto yang ada di Heerenstraat – yang sempat membuat saya bingung mengidentifikasinya – karena tidak mengenal kalau Heerenstraat itu adalah yang kemudian menjadi Jalan Besar atau Jalan Pemuda, ketika saya sudah mulai bisa membaca. Kerusakan yang lainnya, saya tidaklah tahu. Tetapi yang jelas ada yang terluka dan ada pula yang kabarnya sampai meninggal dunia.

Adalah salah seorang pengunjung blog Ongkek-Suling, saudara Yani Santoso, yang memberikan tanggapan tentang Plesetan Lagu, yang kemudian menanyakan tentang Gempa 1953 di Gresik. Sambil bertanya ke keluarga yang di Gresik [yang lebih tua] barangkali ada yang ingat, dan sambil menunggu jawaban, dimulailah pencarian di dunia maya, dengan meminta bantuan anak dan keponakan. Tetapi rasanya, bukan tahun 1953, karena pada tahun itu saya sudah mulai bersekolah, jadi pasti lebih awal. Dicari dengan menggunakan “clue” tahun 1953 dan rentang koordinat sekitar letak kota Gresik, tidaklah ditemukan.

Berbekal mesin pencari Google, dengan memasukkan berbagai kata kunci, ditemukan di situs http://solocybercity.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-gempa-dan-tsunami-di-jawa-timur/

bahwa ada gempa pada

19/06/1950, Gempa terjadi di Jawa Timur dengan skala intensitas gempa mencapai VI MMI. Beberapa bangunan retak. Getaran terasa sampai Kalimantan dan Jawa Barat.

tetapi tidak menunjukkan dimana letak pusat gempa, daerah mana yang terdampak, dan apakah Gresik juga merupakan daerah yang dikenai bencana, serta berapa besar skala gempanya.

Tetapi itu merupakan suatu petunjuk yang tiada ternilai, karena ternyata kejadiannya memang benar bukan di tahun 1953, melainkan di tahun 1950, dengan tanggal yang sudah pasti. Walau tidak ada informasi jam kejadiannya. Pencarian bisa semakin mengerucut.

Kemudian masuk informasi tambahan dari salah seorang anakku, yang memberikan situs dari suatu artikel yang memuat tentang gempa tersebut, yaitu

http://www.adpc.net/audmp/rllw/themes/gen-id.pdf

dimana pada bagiannya secara jelas menyebutnya adanya Gempa Gresik [Gresik Earthquake] dengan menyebutkan tanggal dan skala gempanya

The Gresik Earthquake of 19 June 1950. [MMI scale of VII].

serta dilengkapi dengan gambar lokasi beberapa gempa yang lainnya, seperti dibawah ini,dimana memang wilayah kita agak jauh dari berbagai pusat gempa yang ada. Jelaslah, walau tidak ada keterangan yang menyebutkannya, “noktah biru” itulah kiranya sebagai pusat gempa dari Gresik Earthquake pada 19 Juni 1950 tersebut. Tetapi jam berapakah gempa itu terjadi? Belum ada data yang mengemukakannya.

Kalau sudah diketahui tanggalnya, walau koordinatnya belum pasti, maka pencarian di sumber data yang paling lengkap dapat dilakukan dengan lebih mudah. Karena kalau tidak, ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami yang seluas lapangan terbang.

Dan dari sumber USGS, melalui

International Seismological Summary

http://earthquake.usgs.gov/research/data/iss_summ.php

Earthquake Catalog (1918-1963)

diperoleh informasi

Year     mo   dy    hr      mn    sec             lat              lon       dep   frac

1950    6       19    12     36    57.00          -6.800        112.000     0.      0

dimana ada uraian tentang jam terjadinya serta koordinat pusat gempanya.

Dan ini adalah satu-satunya gempa yang terjadi di dunia pada tanggal tersebut, dan sepertinya tidak ada gempa susulan yang sering terjadi seperti sekarang ini. Ibaratnya, gempanya kontan, tidak dikredit – yang mungkin meniru banyaknya pemegang kartu kredit. Karena dimasa itu, di Indonesia belum dikenal kartu kredit.

Dari jam kejadiannya, 12:36:57 UTC atau GMT, maka di Gresik saat itu adalah GMT + 07:30, mengingat saat itu masih berlaku Waktu Djawa, atau sekitar jam 20:06:57 Waktu Jawa, ekivalen dengan 19:36:57 WIB. Atau saat masyarakat sedang di tengah-tengah menjalankan ibadah shalat Tarawih, karena tanggal itu bertepatan dengan 3 Ramadhan 1369 H [berdasar konversi dari penanggalan Gregorian ke Hijriah dalam suatu program aplikasi computer].

Dari sisi tanggal dan waktu kejadian, serta besarnya gempa [MMI VII] sepertinya data yang diperoleh sudah valid, atau sesuai dengan kenyataan di lapangan. Tetapi, mengenai koordinat pusat gempa, mungkin masih perlu verifikasi atau pencarian sumber lain untuk lebih meyakinkan-nya. Walau ya tidak perlu-perlu amat sih.

Kota Gresik, tepatnya rumah Garling yang aku tinggali berada pada 7.1545 LS dan 112.656 BT [kalau menggunakan Google Map] dan kiranya perlu dicek lagi oleh sesiapa yang memiliki peralatan GPS di lokasinya langsung.

Lokasi pusat gempa, 6.8 LS dan 112 BT [sepertinya sangat kasar dan pembulatan] ternyata menunjukkan lokasi di wilayah Tuban, yaitu Tambakbaya. Agak jauh menyimpang dari gambar yang ada, pada laporan pada http://www.adpc.net/audmp/rllw/themes/gen-id.pdf

Pencarian lebih jauh, untuk memperoleh tambahan informasi dan meningkatkan akurasi data, malah menghasilkan informasi seperti ini

e Search Results

                    U.  S.  G E O L O G I C A L  S U R V E Y

                     E A R T H Q U A K E  D A T A  B A S E

 FILE CREATED:  Mon May  9 07:07:58 2011
 Global Search   Earthquakes=         1
 Catalog Used: NOAA
 Date Range:   1950/06/18   to    1950/06/20
 Data Selection: Significant Earthquakes World Wide (NOAA)

 CAT    YEAR  MO DA  ORIG TIME   LAT    LONG  DEP  MAGNITUDE  IEM DTSVNWG DIST
                                                              NFO          km
                                                              TF 

 NOAA   1950  06 19 1236       -6.20  112.00      6.8   NOAA  .C. .......

dimana koordinatnya menjadi 6.20 LS dan 112.00 BT, yang lokasinya berada di Laut Jawa, dengan Magnitude 6.8

Tetapi ada informasi tambahan yang cukup penting, yaitu kedalaman pusat gempa yang kalau dilihat dari indikator warnanya, berada pada kedalaman kurang dari 33 km. Tergolong gempa dangkal, dan biasanya memberikan dampak kerusakan yang lebih besar disbanding gempa yang dalam.

Tidaklah tertutup kemungkinan terjadinya salah ketik, ketika memasukkan data tercetak ke computer yang dilakukan secara manual, sebagaimana sudah disadari oleh penerbitnya sebagai berikut :

ISS.CAT = hypocenter file for the International Seismological

Summary (1914-1963)

========================================================================

WARNING!

This file has been produced by hand-entering in a computer the

hypocenters listed in the printed ISS bulletins. Although the entries

have been carefully checked, the file can still contain errors (such as

typos, missing and/or duplicated events, etc). If you find an error,

please report it to the author (address at bottom) so it can be corrected.

========================================================================

Kayaknya memang perlu ada koreksi ya, mengenai koordinatnya. He he. Siapa yang mau melaporkan?

Mungkin teman-teman yang ada di Gresik, bisa melengkapi cerita ini dengan foto-foto kalau ada. Saat itu masih jarang orang punya kamera sih. Mungkin keluarga Toko Liem atau Keluarga A. Thajib [toko bangunan di depan tangsi] punya arsip foto kejadian gempa waktu itu.

Wa Allahu a’lam.

Saifuddien Sjaaf Maskoen

Sebenarnya ada dua gambar yang sangat informatif berupa peta epicentrum dan besaran gempa, tetapi tidak dapat dipunggah

Ada tambahan info dari saksi mata, yaitu ayahku sendiri Maskoen Asj’ari yang menulis dalam “riwayat hidup”nya,

 

” tahun 1950 gempa bumi hebat di Gresik dan sekitarnya, kebetulan bulan Puasa antara jam 20.00 malam [saya waktu itu sedang berjama’ah shalat tarawih di Masjid Jamik Gresik]. Pulang dari masjid gelap gulita dan sukar karena banyak rumah-rumah roboh dan rusak. Setelah sampai di rumah, alhamdulillah keluarga selamat semua, lalu keluar lagi untuk memberikan pertolongan pada korban gempa bumi tersebut”.

Dari uraian tersebut, terdapat kesesuaian waktu, dan bahwa sepertinya banyak puing diantara masjid sampai Garling. Dan memang ayahku tidak ada di rumah ketika gempa [lindu] itu berlangsung.

Sayang tidak ada informasi rincinya, terutama mengenai kerusakan dan korban jiwa yang, serta upaya pertolongan yang diberikan.

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: