Sekarang dan Nanti

 

Masa lalu biarlah berlalu, mari kita songsong masa kini dan masa depan yang mungkin akan berbeda sekali dengan masa lalu. Walau mungkin benang merah antara masa lalu, masa kini dan masa mendatang itu masih jelas terlihat, atau malah menjadi kabur. Kesemuanya adalah di tangan kita.

Ketersediaan berbagai sarana hasil kemajuan teknologi, akan melepaskan kita dari ketergantungan sesaat kepada apa yang tersedia di pasar, tentu akan mempengaruhi susunan menu kita di hari raya. Pasar tradisional yang menghentikan kegiatannya dan kembali normal bebera hari sesudahnya, tetapi pasar modern yang paling hanya tutup beberapa jam saja di hari H, pasti akan memengaruhi pola dan gaya penyediaan makanan selama hari raya.

Membuat ketupat atau lontong untuk hari H ataupun H+7, tidaklah memerlukan periuk yang besar dan api kayu selama berjam-jam, sudah digantikan dengan pressure-cooker yang akan mempercepat prosesnya. Dan bahkan juga tidak lagi tergantung pada keteresediaan daun pisang [apalagi yang pisang batu / klutuk] maupun janur. Sekarang sudah ada produk yang siap rebus untuk memperoleh lontong / ketupat berbungkus polyethylene [PE] buatan negeri jiran. Dan saya sudah mencoba menirunya ketika berlebaran di Beijing tahun silam. Hanya puluhan menit saja, siaplah sudah ketupat masa kini, walau tidak memiliki aroma janur atau daun, dengan warna yang putih bersih dan berbentuk seperti bantal. Memadailah. Tak ada ketupat dan lontong, nasi impit jadilah.

Untuk lauk, sekarang apa yang tidak tersedia dalam kemasan dengan kondisi sudah beku [frozen], sehingga tinggal disimpan dalam freezer dan dikeluarkan pada saat diperlukan. Aneka olahan siap goreng atau rebus berbahan baku daging ayam, daging sapi dan bahkan aneka ikan dan hasil laut lainnya. Karena cumi, kerang, kepiting, dan rajungan secara ilmiah bukanlah tergolong sebagai ikan, Walau pun kalau secara kebahasaan, tahu dan tempe termasuk ikan [“Iwake opo?”, “Tahu ambek tempe”].

Jadi orang Gresik akan berlebaran di masa kini dan masa mendatang, menunya sudah pasti akan berubah sesuai dengan kemudahan dan ketersediaan yang diberikan oleh jamannya. Selain bandeng besar yang dibeli pada saat perpekan pada H-1 dan dimasak secara tradisional [seperti pada uraian sebelumnya] sekarang juga bisa “menimbun” aneka olahan hasil laut dalam keadaan beku di freezer rumah [dimana hampir sebagian besar sudah memilikinya], guna menjamu kerabat atau anak-cucu yang pulang mudik dari rantau. Yang keduanya, masih agak sulit ditemui di tanah rantau.

Aneka olahan hasil laut yang sesungguhnya untuk pasar ekspor tersebut, dapat dinikmati oleh masyarakat Gresik, karena perusahaan pengolahnya – yang berdomisili di Gresik – memberikan kesempatan membelinya pada gerai promosi setiap waktu, dan bahkan dengan harga promosi pula ketika menjelang lebaran. Para perantau [atau tamu] yang mau kembali ketempatnya, bila mau menjadikannya oleh-oleh, perjalanannya harus singkat. Karena frozen foods, walau sudah dikemas ulang dalam kotak styrofoam yang tebal, dan ditambahkan juga dry-ice hanyalah tahan beberapa jam saja. Kecuali kalau mobil anda dilengkapi dengan portable freezer atau anda titip dalam kontainer yang berpendingin.

Jadi saat ini, ketika aneka olahan hasil laut tersebut belum tersebar luas di pasaran dalam negeri, menjamu keluarga dari jauh dengannya kiranya juga sama-sama prestisiusnya dengan menjamu bandeng besar. Dan sebagian keluarga di Gresik sudah melakukannya. Lebih praktis. Ibu-ibu di Gresik sekarang dan nanti tidak usah repot bethek di dapur. Tinggal buka freezer dan goreng untuk menjamu anak-cucu dari rantau atau tamu-tamu dari luar kota. Pilih saja mana yang disuka. Dan konon ada yang baru. Ingin tahu lebih jauh, klik saja pada link dibawahnya.

 

Wa Allahu a’lam

Saifuddien Sjaaf Maskoen

13 September 2010

 

 

 

Butterfly Breaded Shrimp

Torpedo Breaded Shrimp

 

Pop Corn Shrimp

Fish Finger

 

Samosa

Shrimp Filo

 

Seafood Money Bag

Seafood Bon-bon

 

Seafood Springroll

 

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: