Mudah dan Enak, tapi ……………..

 

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan makanan yang thayyib, seiring dengan meningkatnya pengetahuan akan kandungan kudapan yang kita santap serta dampaknya pada kesehatan diri kita dalam jangka pendek maupun panjang, mungkin suatu ketika makanan ini tidak akan ada lagi dalam daftar menu pilihan kita.

Kudapan ini biasa kita temukan dikala sore atau malam hari di warung-warung tertentu, yang juga menawarkan pilihan-pilihan lain. Kudapan ini merupakan campuran atau kombinasi dari ketan putih, dengan beberapa pilihan topping [menurut istilah jaman ini]. Diantara topping yang populer antara lain

  • bali belut [yang sudah pernah disampaikan resepnya berkaitan dengan sego meneer];
  • godo tempe anget [karena memang digoreng ditempat, dan benar-benar fresh from the wok]; atau
  • babat [yang terdiri atas babat handuk dan babat lempit, walau dengan pilihan jenis jerohan lainnya seperti limpa, paru dan tentunya usus].

 

Karena itu, kolaborasinya sering disebut sebagai ketan-babat. Jauh berbeda dengan wingko-babat lho, walau wingko juga berbahan baku ketan.

Kalau ketannya, ya biasa saja ditanak seperti menanak nasi, tetapi mungkin juga dimasaknya dengan menambahkan santan, agar sedikit lebih gurih seperti nasi uduk. Keistimewaannya terletak pada cara pengolahan babat tersebut, direbus bukan, digorengpun bukan. Lalu apa? Ayo kita simak, dan coba ikuti cara penyiapannya.

Seperti biasanya, jenis-jenis jerohan tersebut dijual dimanapun [pasar tradisional atau mini market, super market] sudah dalam keadaan direbus, walau belum masak benar atau sampai lunak / empuk.

  • Siapkan jerohan yang akan dimasak, tergantung selera anda, apa yang mau dimasak. Umumnya kombinasi antara babat handuk, babat lempit, paru dan usus. Untuk usus, lazim juga memberikan tusukan biting di kedua ujungnya [agar isinya tidak keluar];
  • Ada juga yang menambahkan limpa. Tetapi biasanya limpa dimasak sendirian;
  • Potong-potong sesuai selera, apakah mau besar, sedang atau kecil-kecil sekali caplok;
  • Rebus dengan air secukupnya. Ada yang membuang air rebusan pertama dan menggantinya dengan air baru [tetapi gurihnya akan hilang ya];
  • Tambahkan asam dan garam secukupnya. Ada juga yang menambahkan bawang putih yang dirajang dan lombok rawit sesuai selera;
  • Rebus sampai lunak, hingga airnya hanya sebatas merendam jerohan tersebut;
  • Pindahkan ke wajan, lalu tambahkan minyak goreng secukupnya;
  • Panaskan terus dengan api kecil, sambil diaduk-aduk hingga air dan minyak membentuk emulsi [tidak memisah satu sama lain]; Jangan sampai hanya tinggal minyaknya saja lho.
  • Hidangkan dalam keadaan cemek-cemek, panas atau hangat.

 

Dimakan sebagai lauk bersama nasi hangat, juga raksyeh lho.

 

PERINGATAN:

Makanan ini sangat tidak dianjurkan bagi orang tertentu,
karena kandungan asam urat, kholesterol dan trigliserida yang sangat-sangat tinggi.

 

Wa Allahu a’lam

Saifuddien Sjaaf Maskoen

08 September 2010

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: